(Dok : Adu Jotos Antara Kedua Kubu Pemenang Paslon di Depan Kantor DPRD kabupaten Landak (Karolin Margret Natasa -Erani vs Heri Saman – Vinsensius)

 

 

GAGAS BORNEO, Landak,- Viral Sebuh video yang beredar memperlihatkan perkelahian antar sekelompok orang, dimana Kepolisian terlihat berjibaku untuk melerai perkelahian yang sedang berlangsung tersebut. Pada Minggu, 17 November 2024.

Di dalam Vidio tersebut terlihat juga ada sekelompok orang yang memaki baju bertuliskan HEVI dan satunya lagi memakai baju kemeja kotak bertuliskan KREN. Perkelahian itupun diketahui terjadi di halaman Gedung DPRD Kabupaten Landak saat sedang berlangsung Debat Calon Bupati Landak( Karolin Margret Natasa-Erani dan Heri Saman – Vinsensius).

Menanggapi Perkelahian adu jotos antara kubu Tim Pemenangan Calon Bupati Landak tersebut, Ketua Aliansi Masyarakat Akar Rumput Kalimantan Barat (AMAR Kalbar) Frans Asok menegaskan dalam berpolitik ini hal yang biasa, bahkan demokrasi dilakukan untuk menjadi pilar kekuasaan Politik di Indonesia.

” Nah untuk itu mari kita saling menghargai dan menghormati sesama Pasangan Calon dan sesama Tim, karena Kabupaten Landak ini bukan milik pribadi, melainkan milik kita semuanya dan Kabupaten Landak ini adalah Rumah kita,” kata Frans Asok.

Dirinya menyesalkan adanya konflik adu jotos antara kedua kubu saat berlangsungnya debat Kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Landak, Frans Asok mengajak dalam pesta demokrasi ini masyarakat harus bijak dan jangan mudah terprovokasi oleh hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri hanya karena terlalu over terhadap Calon Bupati dan Wakil Bupati pilihannya.

“Mari kita menciptakan demokrasi di Kabupaten Landak yang Damai dan Gembira, serta menghasilkan pemimpin yang religius, cerdas, pintar, berwibawa dan bisa membawa kabupaten Landak menjadi kuat dan hebat,” ungkap asok

Kemudian Frans Asok juga menjelaskan bahwa Partisipasi masyarakat sangat penting dalam Pilkada Kabupaten Landak ini, sebab pemilik kekuasaan dalam menentukan arah pembangunan di Bumi Intan Kabupaten Landak untuk kedepannya. Maka dari itu, masyarakat juga memiliki tanggung jawab besar dalam menyukseskan Pilkada ini.

Masyarakat harus dapat memahami dan mengetahui penyampaian visi-misi para pasangan calon (Paslon). Karena di kabupaten Landak hanya ada dua pasangan, sehingga masyarakat bisa benar-benar memahami dan mengetahui apa konsep yang akan dilakukan jika paslon tersebut terpilih.

“Saya berharap masyarakat kabupaten Landak bisa berbondong-bondong datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada tanggal 27 November 2024 mendatang ingat jangan Golput. Karena masa depan Kabupaten Landak di lima tahun ke depan ada di tangan masyarakat,” tutup Frans Asok saat di hubungi media ini.

 

(Nop)