Landak(gagasborneo.com),– Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPRPERA) Kabupaten Landak, Erani, ST.,MT, melalui Kapala Bidang Cipta Karya, Suseno Caroko H, ST, memberikan klarifikasi terkait Proyek SPAM tanpa papan informasi di Desa Semade, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak beberapa waktu yang lalu terbit di pemberitaan media massa online.
Suseno mengatakan, kontraktor Cv.Adeta Ria mengaku ada sedikit kelalaian untuk menjaga plang informasi yang sudah terpasang dan telah mengganti plang tersebut karena merupakan kewajiban yang tertuang dalam kontrak kewajiban untuk melaksanakan, menjaga, memelihara dan mengganti kerusakan semua pekerjaan yang telah terpasang selama masa pelaksanaan sampai ke serah terima pekerjaan.
“Iya sudah kita tindaklanjuti dan sekarang papan informasinya sudah terpasang kembali, terimakasih atas perhatian dan kepeduliannya untuk sama-sama mengawasi proyek yang sedang di kerjakan,” kata Suseno, Jumat 8 September 2023.
Selanjutnya Dinas PUPRPERA melalui Bidang Cipta Karya yang di fasilitasi oleh Kepala desa Semade, telah melakukan sosialisasi sebelum pembangunan SPAM tersebut, dengan mengundang tokoh masyarakat dan pemuda serta perangkat desa untuk menjelaskan secara utuh terkait program pembangunan agar masyarakat mendapat gambaran dan informasi terkait pelaksanaan program yang akan berjalan.
“Dalam sosialisasi itu kami meminta dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat dalam proses pembangunan, terutama dalam hal pengelolaan pasca pembangunan.Dinas PUPRPERA juga akan melakukan pembinaan kepada pengelola sebelum di laksanakan serah terima agar pengelola memiliki kemampuan pengaturan teknis dan manajemen untuk mengelola dan mengembangkan infrastruktur ini. sosialisasi program ini juga untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa bangunan ini akan menjadi aset milik desa semade untuk di kelola secara berkelanjutan,” ucap Kabid Cipta Karya.
Kemudian ia menjelaskan, bahwa pengelolaan dan pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) didaerah kabupaten/kota terutama kabupaten landak, di harapkan dapat membantu menurunkan angka stunting dengan melalui pembangunan/peningkatan/perluasan jaringan SPAM tematik yang menjadi salah satu syarat pengusulan program penyediaan SPAM melalui dana DAK.
“Kami pemerintah daerah melalui dinas PUPRPERA khususnya bidang cipta karya mengusulkan kegiatan pada lokasi yang merupakan desa sasaran penanganan stunting di kabupaten Landak. Salah satunya adalah Desa Semade kecamatan Banyuke hulu ini,” ungkapnya.
Dirinya juga memaparkan bahwa Pekerjaan pengembangan jaringan distribusi dan Sambungan Rumah (SR) Desa semade Kecamatan Banyuke hulu, adalah salah satu kegiatan perluasan SPAM yang meliputi pekerjaan pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) Eksisting (Yang Sudah Ada) belum beroperasi secara optimal.
Menurutnya perlu diketahui prinsip dalam kegiatan Perluasan/Pengembangan tersebut pihaknya tidak membuat batu semu item unit SPAM, namun kita mengoptimalkan dan memanfaatkan unit bangunan atau jaringan pipa yang dianggap masih dapat digunakan/Difungsikan. Dengan penambahan luas wilayah pelayanan melalui sambungan ke rumah (SR), dengan tujuan untuk mengefisienkan anggaran dan menghindari tumpang tindih di sebuah wilayah kawasan pelayanan SPAM.,” tutur Suseno.
Dinas PUPRPERA telah membangun 1 unit bangunan Broncaptering (Bendungan Mata Air), yang akan dialirkan secara gravitasi ke reservoir (Bak Penampung). Hal ini di lakukan setelah Di analisa oleh konsultan dengan dasar kondisi air baku pada pada Broncaptering (Bendungan) Eksisting telah tercemar, akibat banyaknya aktivitas perkebunan yang berada diatas lokasi Broncaptering eksisting. Kondisi air baku yang tercemar tersebut dapat terlihat dari air baku yang berwarna keruh dan mulai mengalami penurunan debit.
“Untuk menjaga tekanan air ke pelayanan dusun Banong Setona dan dusun semade Desa semade. Maka kita akan membangun Reservoir dengan kapasitas 32m3 sebanyak 2 unit, karena untuk SPAM eksisting sebelumnya tidak terdapat pembagian reservoir,” ujarnya
Pekerjaan tersebut juga akan memperbaiki beberapa bagian pipa eksisting yang sudah Mengalami kerusakan (pecah/putus) dan pemasangan pipa baru dengan jenis PVC SNI/RRJ S.12,5 karena pada jaringan perpipaan eksisting yang terdapat di desa semade memiliki tingkat kebocoran yang cukup tinggi dan di jumpai dibeberapa titik.
” Saat di analisa secara menyeluruh diakibatkan oleh belum tersedianya sambungan rumah (SR) meteran di setiap rumah, untuk itu akan dilakukan pemasangan pipa baru untuk daerah yang belum tersedia jaringan pipa sesuai dengan anggaran yang tersedia dan nanti akan dilakukan pemasangan sambungan Rumah (SR) berupa meteran air sejumlah 365 unit yang berfungsi untuk mencatat penggunaan air pada setiap rumah agar lebih efektif dan teratur,” tutup Suseno.
(red)







